Hallo guys, apa kabar yang lagi bersantai sambil baca ceritaku? Aku harap kabar kalian selalu baik yah dan tetap semangat sepanjang hari. Hubungan percintaan memang selalu asik diperbincangkan, apalagi kalau kita mengalami sendiri. Guys, dulu sebelum aku punya pacar aku membayangkan betapa asiknya punya seorang untuk berbagi cerita. Kita bisa saling berkomunikasi kapanpun, saling

Dan tibalah hari yang aku nanti, ada teman cowok satu kelas yang tertarik dan menyatakan cintanya sama aku. Selama kenal dengan dia, aku rasa dia orang yang ramah dan sedikit galak. Tapi, karena aku pikir dapat menerima kekurangannya, aku jadian dengan dia. Memang benar pacaran itu asik banget, dan seperti dengan apa yang aku bayangkan sebelumnya. Hari berganti hari hubungan kita pun berlanjut. Tapi semakin lama aku merasakan keanehan dalam hubungan kita. Bukannya kebahagiaan yang aku dapat tapi rasa sakit dan ketakutan. Tapi aku masih berharap dia dapat berubah seperti saat pertama kita pacaran.

Aku bertahan karena cinta, aku rela disakiti karena sayang dengan dia. Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah hubungan seperti itu pantas dipertahankan? Perasaanku bimbang antara takut, sedih, dan tidak mau kehilangan dia. Akhirnya sampai di suatu titik aku tidak tahan lagi, dan curhat ke sahabatku. Dan dia bilang “aku bodoh, kenapa mau mempertahankan hubungan yang tidak membuatmu bahagia?” Aku seperti ditampar karena pernyataannya, saat itu juga aku membuat keputusan dengan “kepala dingin” untuk segera putus dengan pacarku. Beberapa pertimbangan mengapa aku harus segera putus dengan pacarku.

1. Aku Merasa Terkekang dan Tidak Debas

Aku orang yang ceria, suka bergaul dengan berbagai kalangan, apalagi berbincang-bincang dengan semua sahabatku. Memang pada awal pacaran aku bebas mengambil keputusan mau pergi kemana, makan dengan siapa, nongkrong dengan semua teman dan aku juga beritahu pacarku dengan santai tanpa ada tuntutan. Aku dapat menikmati aktivitasku dan hubungan dengan pacarku secara bersamaan. Itulah aku yang dulu, tapi sejak pacarku berubah sikapnya, tiap pergi dengan siapapun aku harus lapor ke dia. Misalnya aku tidak lapor posisi aku dimana, jalan, makan dengan siapa, dia akan marah-marah, dan itu sangat membuatku takut. Sehingga mempengaruhi alam bawah sadarku yang membuat aku takut mengambil keputusan sendiri.

2. Penyelesaian Masalah Dengan Marah, Bukan Dengan Diskusi

Tiap pasangan pasti mempunyai masalah ya, bener ngga? entah itu masalah kecil maupun masalah besar. Saat awal pacaran, kita selalu berdiskusi untuk tiap masalah yang datang dalam hubungan kita. Diskusi kita lakukan dimanapun dan kapanpun, kita lebih senang berkomunikasi secara langsung, kalau hal ini tidak memungkinkan kita berkomunikasi lewat telepon genggam atau chat whatsapp dan bbm. Saat kita berdiskusi bersama, masalah yang tadinya rumit menjadi lebih mudah karena pasti ada jalan keluar. Beda dulu beda sekarang, sejak dia berubah kita tidak pernah berdiskusi. Penyelesaian masalah selalu diakhiri amarahnya yang besar. Aku sampai tidak berani berpendapat karena rasa takut yang berlebihan.

3. Pacarku Suka Maen Tangan Alias Memukul

Kita sebagai cewek ingin rasanya mendapat perlindungan dari pacar kita dong, bukan perlakukan kasar saat sedang marah. Karakternya yang berubah drastic membuatku juga semakin takut karena beberapa kali saat ia sedang marah secara tidak sadar ia menggunakan tangannya untuk memukul tanganku. bagaimana perasaanmu saat itu, jika kamu jadi aku? pasti sangat takut kan. Seperti itulah yang aku rasakan sejak dia berubah menjadi kurang baik.

4. Dia Memperlakukanku Bukan Sebagai Pacar, Tapi Sebagai Barang

Kalian tau kan barang itu seperti apa? Barang itu menurutku benda mati yang tidak dapat berkomentar, hanya menurut pada kehendak pemilik barang, kemanapun dibutuhkan barang itu akan selalu dibawa pemilik tanpa suara, dan saat tidak dibutuhkan barang itu akan diletakkan di tempatnya kembali. Seperti itulah posisiku di hadapannya seperti barang, Dia tidak pernah menganggap aku sebagai layaknya pacar yang berhak dihargai dan disayangi.

Maka dari itu aku memutuskan untuk tidak melanjutkan hubunganku dengan dia alias “kita putus”. Kalian tau, sejak aku putus dengan dia hidupku berubah drastis. Aku sangat senang sekali kebebasanku kembali, akhirnya aku merasakan kebahagian yang telah lama aku dambakan. Aku sangat berterimakasih kepada sahabatku yang telah mengingatkanku. Semoga pengalamanku ini bisa membantu kalian yang mengalami hal yang sama dalam berpacaran, dan membuat keputusan yang benar. Tolong share ke teman kalian, siapa mereka mengalami yang sama seperti yang aku alami.


banner rumah curhat