Sahabat, bukan?

Sebagian besar anak muda jaman sekarang menganggap sahabat adalah orang-orang yang sering hangout bareng, seneng-seneng bareng, dan tentunya tempat curhat. Tapi, kalau kamu benar-benar mendalami apa itu sahabat, kamu masih yakin dia adalah sahabat kamu? Bisa aja loh kamu ngga menyadari sahabat kamu yang sebenarnya karena kamu sibuk sama “sahabat” kamu yang lain. Yuk kenali sahabat kamu mulai dari sekarang

  1. Yang selalu ada buat kamu

Tentunya orang ini selalu ada pas kamu butuh bahkan ngga butuh dia tetep ada. Biasanya walaupun kamu ngga menghubungi dia, dia tetap menghubungi kamu walaupun ngga ada hal yang dibahas. Dia, cuma mau hubungan kalian terjalin dengan baik. Bukan seseorang yang ada ketika kamu menghubungi dia atau dia menghubungi kamu karena sesuatu. Pastikan kamu ngerti sama yang pertama ini ya.

 

  1. Yang percaya sama kamu

Percaya dan mengiyakan beda ya, sahabat kamu bakal benar-benar percaya apa yang kamu katakan maupun ceritakan ke dia, dia bakal antusias apapun tentang kamu. Bukan yang hanya “iya” tapi dia terlihat ngga tertarik sama apa yang terjadi sama kamu. Tapi, tentunya kamu ngga boleh berbohong sama sahabat kamu, dia sudah menaruh kepercayaan ke kamu dan kamu ngga boleh menyepelekan kepercayaan itu. Kepercayaan ngga didapat dengan mudah loh, jangan sampai kamu kehilangan kepercayaan itu.

  1. Yang membenarkan dan menyalahkan kamu

Tentunya kamu bakal seneng kalau dibenarkan, ya kan? Dan tentunya orang-orang bakal membernarkan kamu, tapi belum tentu kamu benar, bisa aja mereka cuma ngga mau ambil pusing. Tapi, jika kamu menemukan orang yang membenarkan kamu ketika kamu benar dan berani menyalahkan kamu ketika kamu salah, jangan benci padanya. Sahabat yang sebenarnya, ngga mau sahabatnya terjerumus ke dalam situasi yang ngga baik, maka dari itu dia berani menyalahkan kamu, berani menegur kamu. Kamu harus siap menerima keadaan, karena setiap orang pasti ngga selalu benar. Sekecil apapun, pasti setiap orang pernah membuat kesalahan.

  1. Yang memberimu masukan

Kalau kamu membuat suatu kesalahan kamu membutuhkan masukan untuk menjadikannya solusi. Kalau orang yang kamu sebut “sahabat” selalu membenarkan kamu, tentunya dia ngga akan bisa memberimu masukan. Orang yang bisa saja menjadi sahabatmu lah yang bisa memberimu masukan, karena dia berani untuk menyalahkan kesalahanmu maka mintalah solusi darinya. Kalian bisa menemukan solusi bersama juga.

  1. Yang tidak membiarkan kamu apa adanya

Loh? Kok bisa? Tentu saja sahabat kamu menginginkan yang terbaik buat kamu, kalau dari kamu ada yang perlu diperbaiki, kenapa ngga? Dia, menerima kamu apa adanya tapi tidak akan membiarkan kamu apa adanya. Bukan cuma kamu yang ingin dirimu bisa lebih baik, tapi dia juga menginginkan itu terjadi padamu. Jika dia yang kamu sebut “sahabat” membiarkan kamu tetap berjalan di tempat, kamu harus mempertanyakan lagi, apakah dia benar-benar sahabatmu? Atau ternyata orang yang selama ini kamu ngga sadari selalu mengulurkan tangannya padamu untuk berjalan maju bersamanya adalah sahabatmu yang sebenarnya?

Dari sini, kamu bisa mengenali mana sahabat kamu sebenarnya. Jangan sampai kamu kehilangan sahabat kamu karena sibuk dengan “sahabat” kamu yang lain ya.


banner rumah curhat