Sebuah perjalanan cinta memang tidak selalu berjalan dengan mulus. Terkadang kita harus merasakan manis dan pahit cinta itu sendiri. Dari sebuah pasangan kata-kata cinta manislah yang akan terucap apabila perjalanan cinta sedang dalam kondisi baik. Namun apabila perjalanan cinta sedang dalam kondisi buruk kata-kata cinta sedihlah yang akan terus bermunculan dan terngiang dibenak kita. Kali ini aku akan menyeritakan sedikit pengalamanku bersama dengan kata-kata cinta sedih.

“Tuhan katakan jika pertemuan ini hanyalah suatu kebetulan, sehingga aku tak harus berharap terlalu banyak.”

Semuanya berawal dari diriku yang ingin berkenalan dengan seorang teman dari temanku. Sebut saja dia X. X bukan berasal dari negara yang sama denganku. Sebenarnya saat aku meminta temanku untuk mengenalkanku kepada X, aku hanya terlampau iseng dan tidak bersungguh-sungguh. Wajar saja karena kami sering bersenda gurau. Dan ternyata tanpa diduga temanku benar-benar memberikan kontakku kepada X serta menyuruhnya untuk segera menghubungiku. Namun saat itu X sedang dalam kondisi sangat sibuk sehingga belum bisa menghubungiku untuk memulai sebuah chatting. Kira-kira sekitar 1 bulan telah berlalu, dipagi hari yang cerah tiba-tiba terdapat sebuah chat yang sangat asing bagiku. Setelah membuka chat tersebut akupun tersadar bahwa chat tersebut berasal dari X.

“Jangan meyakinkan diri bahwa dia menyukaimu hanya karena dia bersikap manis padamu. Terkadang kamu hanya sebuah pilihan ketika dia sedang merasa bosan.”

Singkat cerita kami berdua berkenalan dan berkomunikasi melalui sebuah chatting. Baru 2 hari lamanya kami berkenalan dan bertukar cerita satu sama lain aku merasa seperti sudah mengenalnya lama. X berbagi cerita tentang pekerjaannya denganku. Dan menurutku ia mempunyai pekerjaan yang sangat penting juga bersifat privasi, tetapi entah mengapa ia tidak ragu untuk berbagi denganku. Padahal kami berkenalan belum genap satu hari saat itu. Kami saling menyemangati satu sama lain. Hingga pada hari ketiga, entah mengapa ia menghilang tanpa kabar.

“Air mata akan berbicara saat mulut tak mampu lagi menjelaskan sebuah rasa sakit”

Saat ia menghilang dihari ketiga dan keempat, aku memiliki sebuah acara. Aku mengikuti acaraku dengan berat hati. Aku merasa seperti ada yang mengganjal didalam hatiku. Sebuah perasaan yang sangat asing dan sesak. Sehingga saat aku secara tidak sengaja bertemu dengan sahabat kecilku aku tidak bisa menahan perasaanku. Aku menangis dan tertawa disaat yang bersamaan. Karena aku berpikir bagaimana bisa aku merasakan perasaan itu dengan orang yang bahkan belum pernah kutemui. Akupun berbagi cerita dengan sahabatku dan ia mendengarkan ceritaku dengan sangat baik . Sampai pada hari keempat malam, X membalas pesanku dengan sangat singkat, padat dan jelas. Dari situ aku mulai berpikir mungkin X benar-benar sedang sibuk bekerja.

“Mungkin diam adalah cara yang tepat saat kita merindukan seseorang yang bahkan statusnya bukan siapa-siapa bagi kita.”

Selama itu dan sampai sekarang sikapku perlahan-lahan mulai berubah. Aku mulai menjadi pendiam dan pemurung meskipun banyak dari temanku yang tidak menyadarinya. Aku juga mengalami insomnia selama beberapa hari ini. Padahal biasanya sepulang bekerja aku akan merasa sangat lelah sehingga ingin cepat-cepat mandi, makan lalu tidur. Agar esok harinya aku bisa melanjutkan pekerjaan dengan tubuh yang kembali fit. Mungkin itu terjadi karena aku merindukannya.

“Jika boleh memilih, aku lebih memilih untuk tidak pernah mengenalmu daripada harus melupakanmu.”

Dengan sikap pendiamku saat ini aku menjadi lebih sering merenung dan berpikir untuk mencari solusi yang terbaik. Bahkan aku sempat berpikir lebih baik aku tidak meminta temanku untuk mengenalkanku pada X daripada akan berakhir seperti ini.

“Mungkin hanya aku yang terlalu sayang.”

Sahabat kecilku saat itu berkata kepadaku kalau sampai ada seseorang menangisi orang lain itu pertanda bahwa seseorang itu menyayanginya. Aku berusaha untuk menolak perasaan itu sampai akhirnya aku menyerah.

“Kenyataan memang tak selalu beriringan dengan harapan tapi bukan berarti kita harus dilanda keputusasaan.”

Tetapi beberapa dari temanku menyemangatiku untuk tetap semangat dan jangan menyerah karena ini masih awal permulaan. Mereka memberikan banyak solusi dan semangat supaya aku jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Mereka juga mengingatkanku untuk tetap menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Dan mungkin inilah yang terbaik dari Tuhan, X meninggalkanku tepat kemarin malam. Ia menghapus akun chatting-nya dan aku tidak bisa berbuat apa-apa.

Begitulah kisahku dengan kata-kata cinta sedih. Sahabat yang ada disaat kita membutuhkannya memang sangat berarti. Bagi kalian yang sedang memiliki masalah atau ingin curhat tetapi tidak tahu harus kemana kian bisa mengirimkan curhatan kalian disini. Siapa tahu kita bisa membantu kalian untuk mencari solusi dan jalan keluar yang terbaik. Semoga hari kalian menyenangkan!
Terimakasih sudah membaca ceritaku. Jangan lupa like dan share ke teman-teman ya!


banner rumah curhat