Hari ini sudah berapa kali sih kamu ngecek timeline sosial mediamu?
Sekali? Dua kali? Atau lebih dari 10 kali?
Lalu, apa isi timeline media sosialmu? Banyakan berita negatif atau positif ?
Jangan-jangan, sosial media kamu dipenuhi konten negatif #justask

Oh ya, dari sekian banyak berita yang kamu baca, berapa banyak berita yang kamu baca (hanya judulnya) dan berhasil memancing bahkan menanam kemarahan di hatimu? Atau seberapa ‘eneg’ kamu dengan konten-konten gory yang tak sengaja ada di timelinemu? Sadar ataupun tidak, hal ini bisa saja berdampak buruk bagi saya dan kamu. Ga hanya sekedar mempengaruhi mood kamu saja tapi juga mempengaruhi pola pikir dan sikap kita. Dan tanpa kita sadari, secara tidak langsung apa yang kita baca di media sosial ‘memberi makan’ otak kita sehingga sangat berpengaruh bagi kita.

Munculnya berbagai berita hoax yang dengan cepat tersebar membuat kita seringkali terpancing saat membacanya bahkan turut membagikannya tanpa memastikan keakuratan berita tersebut. Terkadang jari kita lebih cepat daripada pikiran kita. Hasilnya, ya media sosial pun dihujani berbagai berita hoax yang tak jarang memicu perdebatan dan konflik.

Lantas bagaimana caranya agar kita terhindar dari banyaknya konten negatif di sosial media? Mungkin ada yang berusaha mengajak orang lain untuk ‘berhenti’ berbagi hal buruk di media, berupaya lewat petisi online, melaporkan konten-konten tersebut kepada pihak aplikasi dan banyak usaha-usaha lainnya. Saya sangat mendukung usaha baik ini. Saya juga sering meminta orang lain untuk berhenti berbagi konten gory, saya juga menandatangani petisi online bahkan juga melaporkan konten-konten yang buruk kepada pihak keamanan aplikasi. It’s really work!

Tapi saya punya pemikiran yang lain. Bukankah kita makhluk yang diberikan akal dan pikiran oleh Tuhan? Kenapa kita ga mempergunakannya? Kalau handphone kita aja udah smart harusnya kita juga smart donk dalam memnggunakan media sosial. Bener ga?Jadi, bagaimana cara kita membersihkan timeline media sosial dari buruknya isu dewasa ini?
Simpel, perbanyaklah berbagi konten positif di media sosial untuk mengimbangi berita negatif yang terlanjur tersebar di dunia online. Pastikan kebenaran suatu berita sebelum jarimu dengan cepat menyebarkannya. Terus nih ya, sebagai anak muda jaman now yang kreatif maka ciptakanlah konten yang positif, baik pilihan quotes image, video-video, caption atau berita-berita yang kita reshare sehingga konten-konten inilah yang akan menjadi viral.

Tanpa kita sadari, konten negatif yang kita baca, meski tidak di-like atau tidak di-reshare akan menempati posisi yang memungkinkan orang lain untuk segera membacanya. Untuk mengabaikan konten negatif tersebut, kita harus melawan rasa ingin tahu kita — dan ini sulit tapi kita bisa melakukannya asal MAU!

“Satu-satunya jalan agar media sosial tidak dipenuhi konten negatif adalah memperbanyak konten positif dan membuatnya viral”
“Let’s do it, smart netizen!”


banner rumah curhat