Kenyatan-kenyataan berat tentu pernah terjadi pada setiap orang, kamu pun tentunya ngga luput dari kenyataan tersebut. Kadang kamu berpikir apa kesalahan yang telah kamu lakukan sehingga kamu menghadapi kenyataan itu. Dan, sekarang kamu mulai memutar lagi, mengingat-ingat lagi apa aja yang udah kamu lalui selama ini.

Setelah itu, coba ingat-ingat lagi, kemana kamu pergi ketika kamu menghadapi segala kesulitan itu? Pada siapa kamu bersandar? Dan siapa yang memegang tanganmu paling erat ketika kamu mengalaminya? Mungkin kamu mulai berpikir, sahabatmu, atau bahkan pacarmu lah yang selalu ada untukmu. Tapi, tanpa kamu sadari, keluargamu lah yang melakukan semua itu. Kamu menutup matamu bahkan hatimu terhadap keluargamu sendiri. Kamu udah terbiasa dengan keberadaan keluargamu sehingga kamu ngga menyadarinya. Bahkan, kamu ngga tau kamu melukai mereka.

Keberadaan keluargamu udah digantikan dengan orang lain, tapi tentu kamu meyangkalnya. Kenapa kamu memposisikan keluargamu di bawah orang lain? Kamu udah sanggup bahagia tanpa mereka? Coba pikirkan seberapa banyak yang telah keluargamu lakukan terhadapmu, dan apa kamu udah membalas itu semua? Tentu aja belum. Sekecil apapun kamu bahkan belum pernah membalas budi mereka. Bahkan, kamu merenggangkan hubunganmu dengan mereka. Kalau kamu udah menyadarinya? Apa sih yang baik dan pantas untuk kamu lakukan terhadap keluargamu?

Suatu kenyataan yang kamu ngga pernah tau adalah, keluargamu ngga pernah meminta lebih darimu, mereka bahagia ketika kamu bahagia. Tapi, pernahkah kamu membahagiakan mereka? Tips kali ini sangat cocok buat kamu yang udah mulai menjauh dari keluarga dan ngga tau caranya untuk memulai hubungan baik dengan mereka lagi.

Sadar, inilah cara yang harus kamu lakukan. Sadari apapun yang keluargamu lakukan dan berikan padamu. Kamu ngga perlu membalasnya, cukup terima dan hargai apa yang mereka lakukan dan berikan. Menerima pemberian mereka sama saja kamu menerima kasih sayang mereka, menghargai pemberian mereka sama saja kamu membalas kasih sayang mereka terhadapmu. Menyadari keberadaan keluargamu tentu sangat mudah kan? Tapi dengan begitu mudahnya, kamu udah membahagiakan mereka. Kenapa ngga dari sekarang kamu mulai membahagiakan mereka?

“It’s OK to not be OK, as long as you don’t stay that way.”

Mungkin kamu berpikir kamu udah terlalu jauh berjalan di depan keluargamu, dan mungkin posisi keluargamu udah ngga kamu perhitungkan lagi. Tapi, kamu harus tau, ngga ada sesuatu yang terlambat ketika kamu udah menyadarinya. Ngga masalah kamu berjalan mundur supaya bisa berjalan bersama keluargamu, kamu bisa berjalan maju lagi bersama keluargamu. Letakkan keluargamu pada prioritasmu, mereka melakukan itu padamu, kenapa kamu tidak?

Ayo, mulai sadari keberadaan keluargamu dan prioritaskan mereka. Membahagiakan semudah itu, kenapa ngga kamu lakukan?


banner rumah curhat