Masa yang penuh dengan permasalahan adalah masa remaja, sesuai dengan pendapat Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall pada awal abad ke-20. Menurut Stanley Hall, masa remaja merupakan masa yang penuh badai dan tekanan (storm and stress). Menurut Erickson, masa remaja juga umumnya terjadi krisis identitas atau masa pencarian identitas diri. James Marcia mengemukakan pendapat bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved. Remaja sedang berproses untuk mencari identitas diri sehingga sering menimbulkan masalah pada diri remaja. Gangguan sedikit saja sudah membuat remaja bergejolak jiwanya.

Para remaja biasanya dihadapkan pada berbagai konflik yang terjadi akibat perubahan-perubahan yang ada dalam diri remaja itu sendiri setiap hari antara lain perubahan fisik, emosional, dan sosial. Perubahan tersebut umumnya terjadi karena pengaruh dari lingkungan sekitarnya berupa masalah dan tekanan. Banyak permasalahan remaja yang kerap muncul dan memiliki dampak yang sangat buruk. Beberapa permasalahan yang sering dihadapi remaja yakni:

  • Fenomena Cyber Bullying

Media sosial yang awalnya hanya digunakan untuk saling berbagi informasi namun saat ini telah berubah menjadi tempat untuk caci maki. Fenomena itu dinamakan cyber bullying. Tindakan cyber bullying dapat dilakukan oleh siapa saja melalui media sosial sehingga bisa dialami oleh siapa saja terutama remaja yang sangat sering menggunakan media sosial. Orang tua sebaiknya mengontrol aktivitas anak di dunia maya dan tahu siapa saja yang menjadi teman-temannya di media sosial. Beri pemahaman kepada remaja tentang media sosial dan cara menggunakan media secara bijak.

  • Seks Bebas (Free Sex)

Seks bebas menjadi permasalahan remaja yang marak terjadi akhir-akhir ini. Masalah ini terjadi akibat tingginya rasa ingin tahu remaja namun tidak diimbangi dengan pengetahuan. Para remaja umumnya mencari informasi tentang seks melalui teman sebaya atau internet sehingga berakibat fatal dan mereka melakukan hubungan seks sebelum waktunya dengan lawan jenis yang sebaya. Untuk mencegah terjadinya seks bebas maka remaja harus dikenalkan pendidikan seks sejak dini karena hal ini bukan lagi hal yang tabu. Sekolah juga harus memberi pendidikan seks yang masih dalam koridor pengetahuan seperti pelajaran biologi pada umumnya. Orang tua harus mendampingi anak-anaknya saat menonton televisi, melihat majalah, atau membuka internet. Remaja seharusnya bertanya langsung pada orang tua, guru, dokter atau orang yang lebih tua mengenai seks sehingga tidak salah pemahaman dan terjerumus pada seks bebas.

  • Berisiko Menjadi Pecandu Minuman Keras, Rokok, dan Narkoba

Masalah kecanduan pada remaja memang sangat serius. Remaja mudah terpengaruh, selalu ingin tahu, dan ingin mencoba-coba selalu berdampak buruk saat di dekat mereka banyak hal negatif seperti rokok, narkoba dan miras. Lingkungan sekitar yang buruk sering berimbas pada remaja tersebut terutama jika keluarga tidak harmonis dan tidak menanamkan pemahaman agama yang kuat. Orang tua harus membangun komunikasi yang baik dengan si anak sehingga nasehat mudah diterima oleh si anak. Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang sangat mengkhawatirkan karena kasus-kasus penggunaan narkoba tidak berkurang. Berdasarkan penelitian Santrock (2003), beberapa alasan remaja mengkonsumsi narkoba yaitu tingginya rasa ingin tahu, keinginan untuk meningkatkan rasa percaya diri, solidaritas dengan teman, dan adaptasi dengan lingkungan agar tidak dikucilkan.

  • Permasalahan Fisik dan Kesehatan

Perubahan fisik mengundang masalah pada remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. Pada remaja tengah dan akhir yang telah selesai masa awal pubertas, permasalahan fisik berhubungan dengan ketidakpuasan terhadap keadaan fisik yang dimiliki karena tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan karena mereka sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka.  Hal ini membuat mereka tidak percaya diri ketika berhadapan di depan publik. Ketidakpuasan terhadap diri sendiri sangat erat kaitannya dengan stres, depresi, rendahnya percaya diri, dan perilaku makan yang tidak normal seperti anoreksia atau bulimia. Problem kesehatan yang banyak terjadi adalah kurang tidur, gangguan makan, dan masih banyak lagi.

Semangat untuk berubah menjadi remaja yang positif sehingga kamu disukai oleh banyak orang. Terima dirimu, syukuri apa yang kamu punya, dan jadilah diri sendiri tanpa membandingkan dengan orang lain. Setiap manusia diciptakan secara unik dan untuk sebuah tujuan. Selalu berdoa dan bertanya pada Tuhan, apa rencana-Nya di dalam hidupmu, sehingga kamu tidak kehilangan arah. Jangan sampai terjerumus ke hal-hal negatif karena masa depanmu masih panjang. Selamat menjadi baik!


banner rumah curhat