Sahabat adalah sosok yang selalu kita butuhkan didalam dunia ini. Kenapa dinamakan sahabat? Karena peran ini sudah melebihi dari seorang teman biasa. Peran dari seorang teman itu hanya seperti saya dan kamu. Kamu merupakan teman saya karena kamu sudah mau membaca apa yang saya tulis saat ini. Namun kamu belum tentu sahabat saya, karena kamu tidak mengenal lebih dalam tentang saya.

Lalu bagaimana untuk mencari seseorang untuk menjadi sahabat? Yang terpenting yang harus kamu ketahui, mencari sahabat itu layaknya seperti mencari pasangan untuk hidupmu. Hanya kalau pasangan hidup cukup satu, tetapi sahabat boleh banyak. Tidak mudah untuk mencari sahabat, karena dalam dunia ini, manusia memiliki rasa tidak puas dan akhirnya banyak sahabat yang mengkhianati sahabatnya sendiri karena perasaan iri dan egois.
Beberapa saya akan bagikan kepada anda tips memilih sahabat dalam dunia saat ini.

1.  Kenali Pribadinya

Sikap dan karakter sangatlah penting untuk kamu cermati. Tidak salah kalau kamu lebih selektif dalam melihat pribadinya. Biasanya orang yang hormat kepada orang tua, dia mempunyai sikap dan karakter yang baik untuk kamu jadikan sahabat. Selain itu kamu perlu mencermati bagaimana sikap dia kepada lingkungan luar.
Memilih sahabat tidak boleh sembarangan karena dari pergaulan yang baiklah maka akan tercipta kehidupan dan tingkah laku yang baik juga. Misalnya mulai cermatilah sikap dia terhadap orang lain, atau orang yang lebih tua. Apakah dia punya sopan santun atau tidak. Jadi tidaklah salah apabila kamu selektif dalam memilih.

2. Bagi Hidup

Adanya sahabat merupakan hal yang istimewa, karena kita bisa berbagi hidup dengannya. Namun ketika kamu sedang mencari sahabat, jangan langsung berbagi hidup dengannya 100%. Bukan berarti kamu tidak percaya dengannya, namun tidak salahnya kamu berhati-hati juga. Karena dari cerita kehidupan yang kamu bagikan, bisa menjadi alat ketika sahabatmu ini mulai tidak suka terhadapmu.

Kamu boleh berbagi kehidupanmu 100% dengan sahabatmu ketika umur persahabatan kalian sudah berjalan selama 2 atau 3 tahun. Kalau persahabatan kalian masih berumur dibawah itu, jangan mudah untuk berbagi 100% langsung. Berbagilah sedikit-sedikit saja dan mulailah melihat respon sahabatmu. Apakah dengan dia mengetahui masa lalumu yang baik atau tidak, responnya akan tetap sama atau berbeda. Karena banyak sahabat yang ketika mengetahui sisi burukmu, pada akhirnya dia akan mengkhianati kamu.

3. Perbanyak Bercerita

Hal kenapa kita butuh sahabat itu karena kita butuh orang untuk mendengarkan cerita kita. Terkadang pengalaman-pengalaman indah yang kita alami ingin kita ceritakan kepada seseorang, tapi masalahnya jarang orang yang mau untuk mendengarkan. Kebanyakan orang saat ini yaitu sibuk dengan dirinya sendiri dan gadget yang mereka miliki. Namun salah satu hal ini bisa menjadi pedoman kamu dalam memilih sahabat di hidupmu.

Ketika kamu mulai bertemu dengan teman yang mau untuk mendengarkan ceritamu dikala senang dan terus mensupport kamu, teman itu bisa kamu jadikan sebagai sahabat. Apalagi ditambah dengan kesediaan dia untuk berbalik curhat tentang pengalaman dia sendiri. Hal ini sudah berarti dia mempercayakan kepercayaan kepadamu juga. Tidak mudah untuk dapat mendengarkan curhatan secara terus menerus. Namun sahabat yang tulus hatilah yang selalu mau untuk mendengarkan ceritamu dan saling mempercayai persahabatan.

Sahabat yang dapat ‘saling’ itulah adalah sahabat yang sejati. Maksud kata ‘saling’ yaitu sahabat yang saling menghormati, saling menjaga, saling support, saling melengkapi, dan lainnya.

Mari selektif untuk memilih sahabatmu dan janganlah menjadi sahabat yang buruk bagi sahabatmu sendiri. Share dan like ya supaya bermanfaat.


banner rumah curhat