Ada sebuah kisah tentang seorang anak yang sedang mengadakan perhitungan dengan ibunya. Anggap saja nama anak ini adalah Reno. Reno berusia 10 tahun, dia sedang kesal karena ibunya menyuruh dia untuk membantu membereskan mainannya yang tercecer di kamar Reno.

Reno merasa tidak terima, karena ibunya selalu menyuruh-nyuruh dia. Akhirnya dia terpikirkan sebuah ide. Dia menulis sebuah catatan yang isinya daftar harga yang harus dibayar ibunya, bila sang ibu ingin menyuruh Reno.

Dia mulai mencatat harga-harganya :

  • Merapihkan tempat tidur : Rp 10.000,-
  • Membeli kerupuk di warung : Rp 15.000,-
  • Menyiram tanaman : Rp 5.000,-
  • Membereskan mainan : Rp 10.000,-

Setelah dia puas dengan daftar harganya, Reno segera menemui ibunya dan menyerahkan catatan tersebut. Sang ibu melihat tulisan anaknya yang masih berantakan itu dengan tersenyum, kemudian ia bertanya,”Reno, kamu ingin ibu membayarmu untuk melakukan semua tugas-tugas ini ?” Reno pun menjawab,” Betul bu, ibu sering menyuruh-nyuruh Reno, Reno kan cape bu, jadi ibu harus membayar bila ingin menyuruh Reno.”

Sang ibu hanya tersenyum, kemudian dia membalik kertas tersebut dan mulai menulis :

  • Melahirkan Reno : GRATIS
  • Menggantikan popok Reno : GRATIS
  • Merawat Reno waktu sakit : GRATIS
  • Mengantar Reno ke sekolah : GRATIS
  • Memasak untuk Reno : GRATIS

Kemudian, sang ibu menyerahkan catatan tersebut kepada Reno, Reno membacanya dengan seksama, lama kelamaan Reno pun menangis. Dia menyadari betapa banyak hal yang telah ibunya kerjakan untuknya dan sang ibu tidak pernah mengeluh bahkan meminta bayaran.

Kita seringkali mengeluh apabila orang tua kita meminta bantuan kita, padahal itu adalah masalah-masalah yang sepele. Padahal bila kita ingat kembali, betapa besar pengorbanan mereka untuk kita, sedari kita baru dilahirkan sampai sekarang.

Cintailah orang tuamu, sadarilah berapa banyak pengorbanan yang telah mereka berikan untuk kebahagiaan kita.

 


banner rumah curhat