Pacaran sehat, pacaran sehat, pacaran sehat. Ingin tertawa rasanya ketika kata itu muncul sebagai nasebat untuk anak – anak muda yang sedang belajar menjalin komitmen satu sama lain. Memadu kasih dengan saling membagikan perhatian dan empati. Zaman yang berubah, cara dan tindakan dalam menyampaikan rasa cinta atau kasih juga berbeda. Di zaman modern sekarang, influence dari budaya barat maupun timur di campur aduk menimbulkan pro- kontra. Tetapi apa yang terjadi pada generasi muda di zaman sekarang. Pacaran sehat sudah menjadi rangkaian kata yang multi tafsir. Bagaimana dengan kalian guys, apasih kira – kira pacaran sehat menurut kalian ?

Tentu kita tidak mau munafik dengan hal yang namanya pacaran. Pacaran sebagai jenjang dimana kita di uji bahwa arti kehidupan kita akan terlihat dari sebuah proses belajar di dalam berpacaran. Menjalin komitmen satu sama lain menjadi arah tujuan dalam merangkai arti kehidupan sebenarnya dimana goal dari berpacaran adalah ikatan suci yang harus di pertanggung jawabkan kepada Tuhan. Oleh karena itu kita di tuntut juga adanya batasan – batasan dalam berpacaran. Kita hidup di Indonesia. Pacaran sehat pastinya mengandung batasan bahwa kita juga harus menjaga martabat dari masing pasangan kita maupun kita sendiri. Kerohanian yang kental juga menuntut kita untuk taat kepada ajaran agama untuk tidak menyentuh kata perzinahan. Sudah jelas bukan bahwa pacaran sehat mengacu kepada sesuatu yang kudus dan suci, yang mana menumbukan karakter baik kita dan juga tidak saling merugikan secara materi, jasmani, dan rohani dari pasangan kita.

Berikut mengkin beberapa tips untuk kita leboh bisa mengendalikan diri demi arti kehidupan berpacaran yang baik sebelum kita di materaikan disebuah janji pernikahan yang kudus.

  1. Batasi kontak fisik yang berdasar hawa nafsu

Pacaran tanpa kontak fisik serasa hambar. Itu yang ada di otak generasi jaman sekarang. Untuk menjadi relevan dan agar tidak terkesan pacaran kuno its okay. Tapi kita harus tau motivasi apa yang timbul ketika kita melakukan kontak fisik kepada pasangan kita, missal menggandeng tangan. Kita harus berfikir dewasa atas tindakan yang akan kita ambil. Jika itu hanya berujung untuk kepuasan nafsu semata, sebisa mungkin hindari. Tetapi kalau itu untuk kebaikan bersama, atau menolong pasangan kita, kenapa tidak kita lakukan. Misalnya kita menggandeng pasangan kita karena kita sedang berada di tempat keramaian atau sedang menyeberang jalan. Kita memeluk pasangan kita memberi ketenangan batin karena sedang dilanda kesedihan, bukan untuk mengambil keuntungan menikmati tubuhnya.

  1. Bekali diri dengan influence yang potitif

Globalisasi pastilah ada efek positif dan negatif, kita harus bijak untuk memilih antara mana yang harus masuk menjadi input yang positif untuk diri kita, dan mana yang tidak. Kita sebenarnya tau mana yang baik, dan yang tidak. Kita hanya tidak cukup kuat untuk tetap disiplin melakukan hal yang baik dan menyepelekan hal yang meracuni diri kita. Kita selalu menganggap semuanya akan baik – baik saja. Tetapi itu akan menjadi karakter yang buruk untuk diri kita sendiri. Misalnya berhentilah menonton film yang berbau pornografi jika kita tidak bisa mengontrol fikiran kita, mengontrol hawa nafsu kita untuk mencari pelampiasan. Jangan sampai pasangan kita menjadi pelampiasan hal yang buruk yang merupakan imbas dari apa yang telah kita lakukan atau terima. Contohnya, kita menjadi seorang yang tempramen karena kita sering menonton film yang berbau kekerasan. Kita menjadi seseorang yang cabul karena kita sering di lingkungan yang sering mendiskusikan hal – hal yang berbau birahi. Tamengi diri dengan keimanan yang kuat. Contohnya kita bisa memperdalam keimanan kita melalui kegiatan – kegiatan rohani dan dari ajaran – ajaran yang kita percayai.

  1. Pilih tempat dan waktu bertemu yang tepat

Waktu dan tempat sangat menjadi faktor utama menjalin suatu hubungan. Pemilihan waktu bertemu sangat berpengaruh terhadap kemungkinan – kemungkinan yang muncul, misalnya kalau kita bertemu di malam hari. Usahakan ada batasan waktu berkunjung wajar atau kita bisa menyesuaikan dengan waktu berkunjung di lingkungan tersebut. Waktu bertemu yang wajar juga mendidik kita untuk disiplin dalam berpacaran. Waktu bertemu yang terlalu lama juga harus di pertimbangan. Kemudian tempat bertemu. Pastikan kalian bertemu di tempat – tempat umum dan sewajarnya orang bertemu, seperti di ruang tamu, di teras. Hindari bertemu atau kalian masuk ke tempat – tempat intim pasangan kita, seperti di dalam kamar misalnya. Atau jika harus pergi keluar rumah, carilah tempat yang tidak memancing hawa nafsu itu timbul.

  1. Ajak pasangan melakukan hal positif

Bertumbuh bersama dan saling melengkapi serta saling memahami adalah dambaan setiap pasangan. Cara melatihnya adalah dengan kita sering berkomunikasi secara terbuka dan jujur. Dengan melakukan aktifitas bersama dan bekerja sama melaksanakan tangung jawab, bisa jadi cara jitu untuk mencapai keharmonisan. Isi waktu perpacaran dengan hal – hal positif seperti berolah raga bersama, mengikuti pendalaman iman, pergi ke tempat ibadah, melakukan pelayanan masyarakat secara bersama, membuat karya bersama, atau melakukan bisnis bersama. Dengan demikian cara berpikir kita akan bertumbuh dan berubah karena mindset kita teralihkan kepada kepuasan mencapai kesuksesan bersama.

  1. Lakukan pendekatan kepada keluarga

Support terbesar dari sebuah  hubungan adalah dari keluarga. Pacaran yang sehat juga bisa di artikan bahwa kita memiliki hubungan yang baik dengan setiap anggotan keluarga kita maupun keluarga pasangan kita. Memupuk kepercayaan sertan tanggung jawab adalah modal utama dalam berpacaran sehat menurut sisi pandang keluarga. Dengan sering melakukan percakaan dengan keluarga, kita akan memperoleh feedback maupun saran – saran positif yang tentunya membangun untuk hubungan kita yang lebih serius. Dari petunjuk, himbauan, serta saran kritik dari keluarga kitalah kita juga akan paham  batasan yang ada dalam keluarga besar pasangan masing – masing. Dengan begitu kita bisa mengontrol diri kita untuk menjadi karakter yang sesuai untuk pasangan kita. Sekaligus membentuk kita menjadi pribadi yang dewasa.

Demikian guys, semoga melalui jabaran di atas mampu menjadi penambah wawasan kita mengenai pacaran sehat dimana itu juga cerminan dari arti kehidupan yang sedang kita perjuangkan. Kalian juga bisa share artikel ini untuk teman, sahabat serta orang – orang terkasih agar apa yang menjadi cita – cita generasi baru yang memiliki karakter hebat terwujut. Berikan komentar kalian juga di kolom komentar jika kalian ingin membagikan pemikiran kalian juga kepada yang lain. Terima kasih atas waktu kalian guys. Salam hangat penuh kasih.


banner rumah curhat