Cerita Hidup Seorang Pedagang Sayur

Kalau dengar kata sayur pasti yang terlintas dipikiran kita adalah pasar ya guys. Pasar memang tempat pedagang sayur berkumpul tetapi tidak semua masyarakat harus membeli sayur dipasar. Misalnya melalui pedagang sayur motor atau gerobak dorong yang biasa melintas disisi jalan. Ada satu cerita tentang pedagang sayur yang dapat membuat hati kita tersentuh. Yuk kita simak langsung ceritanya.

Mengingat beberapa waktu yang lalu, seringkali aku bertemu dengan pedagang sayur keliling yang sering melintas disisi jalan. Kelihatannya mata pencaharian sebagai pedangang sayur adalah hal yang biasa. Namun aku melihat satu hal yang berbeda yang membuatku tak berhenti memikirkan pedagang sayur itu.

Beberapa hari pertama aku hanya melihatnya saja dari kejauhan. Tetapi karena kondisinya yang semakin memprihatinkan, hati nuraniku pun bergerak untuk memberinya beberapa lembar uang. Bukan karena rasa kasihan, namun karena jerih payah yang ia lakukan membuatku ingin sekali membantunya. Meskipun ia telah renta namun ia tetap menyusuri teriknya matahari di siang hari, dengan mendorong gerobak sayurnya. Berjalan terus mencari orang yang mau membeli sayurannya. Tidak mempedulikan kondisinya yang telah renta dan tak mampu untuk berdiri tegap lagi. Namun ia tetap berjuang dan tidak dengan mudahnya menengadahkan tangan untuk meminta-minta.

Pesan yang dapat kita ambil dari cerita hidup diatas adalah kita yang masih muda hanya menggunakan waktu untuk bermalas-malasan. Kita yang bekerja ditempat yang nyaman tidak memberikan kontribusi yang terbaik untuk masyarakat banyak. Kita yang difasilitasi oleh barang-barang mahal terkadang lupa untuk bersyukur. Maka mulai dari sekarang perbaiki hidup kita, yang mungkin dulunya buruk bisa menjadi lebih baik.

Terima kasih telah membaca artikel ini. Semoga bermanfaat bagi kalian. Jangan lupa like dan share ke teman, sahabat dan keluarga kalian ya.


banner rumah curhat