Punya sahabat karib tu menyenangkan, banyak hal yang bisa kita lakukan bersama sahabat kita. Kadang pun hal konyol bisa aja dilakuin. Persahabatan itu ga hanya soal bersenang-senang bersama. Ada kalanya bisa saling merasakan kegundahan teman sendiri.

Pas lagi galau, kita atau ga ya sahabat kita sendiri ga akan sungkan untuk membagikan cerita curhatnya ke kita. Biasanya hal ini dilakukan dibarengi dengan suasana hati yang lagi ga baik, mungkin bisa jadi sedih atau marah. Dan kita butuh telinga yang baik untuk mendengar curhatan kita atau mulut yang baik untuk membagikan solusi. Dan itu bisa kita dapatkan dari seorang sahabat.

Bagaimana sikap kita sebagai seorang sahabat menghadapi teman kita yang lagi curhat ke kita? Haruskah kita cuma manggut-manggut? Tentu engga dong. Berikut ini tips gimana kita bisa menjadi pendengar yang baik untuk cerita curhat dari sahabat kita.

 

Pertama, ketika sahabatmu berbicara, kamu harus fokus pada ucapannya! Jangan sampai ada gadget di tangan mu dan asyik memainkannya. Jangan sampe pas sahabat mu cerita curhat kemudian meminta respon mu, kamu cuma balas dengan jawaban “Eh, apa? Gimana? Sorry, coba ulangi.” Ini tandanya kamu ga fokus loh guys! Yang ada malah bikin temen kamu jadi tambah bete. Haha..

Cobalah untuk fokus. Saat teman berbicara dan membutuhkan respon mu, kamu bisa memberi tanggapan dan respon yang baik kepada teman mu.

 

Kedua, kamu tidak perlu pusing memberikan solusi, dengan menjadi pendengar yang baik, dan selalu ada untuk teman kamu, secara tidak langsung kamu sudah menjadi jawaban tersendiri bagi masalah teman mu.

Kadang kita terlalu terpaut dengan mencari jalan keluar untuk sahabatmu. Beruntunglah kalau kamu bisa, nah kalo engga? Kan jadi sama-sama galau.

Cukup dengarkan teman mu, dan coba alihkan kegalauannya dengan menceritakan pengalaman mu yang menyenangkan. Dan ajaklah sahabat kamu untuk bisa move on. Mungkin dengan sedikit ngopi di coffeeshop? Atau nongkrong di kafe favorit?

 

Ketiga, Jika kamu bisa memberikan solusi dan jalan keluar, jadilah bijak. Kita bisa saja menyamakan khasus yang dihadapi oleh sahabat kita dengan khasus yang pernah kita hadapi. Tapi solusi yang sama belum tentu ‘works’ pada teman kita.

Jika kita dekat dan sangat akrab dengan sahabat kita, tentunya kita tahu sifat dan karakter sahabat kita. Kita bisa mencoba memberkan solusi yang baik dengan melihat dari sifat dan karakter sahabat kita. Tapi kita juga ga perlu memaksa, sahabat kita punya hak untuk memilih juga. Kita tidak boleh egois untuk memberikan solusi.

 

Itulah ketiga hal yang perlu kita lakukan ketika menghadapi cerita curhat dari seorang sahabat. Semoga tips ini bisa membantu ya! Salam.


banner rumah curhat