“Gendut lu, bodoh lu, dasar pendek, dan lain sebagainya….”
Ada yang pernah mendengar kata-kata seperti itu ga atau jangan-jangan kamu lagi orangnya #eh #candakok.

Well, kita hidup di zaman yang semakin bebas berkata-kata. Batasan antara candaan dan yang bukan semakin ga jelas. Kata-kata yang menghina fisik seseorang dianggap sesuatu yang wajar. Ga hanya sampai disitu bahkan menulis komen di media sosial dengan bahasa yang tak lagi sopan dan penghinaan dianggap “seolah-olah” merupakan hal yang biasa.

Tapi, apakah itu sesuatu yang harus dibiarkan?
Yuk guys, kita berpikir sejenak. Kalau kamu berada di posisi orang yang di bully kira-kira gimana ya? Seneng ga? Kalau gitu kenapa kita ga mulai berubah. Mulai dari diri sendiri. Karena apa yang dilakukan secara rutin akan menjadi kebiasaan, jadi kebiasaan itu ya kita sendiri yang membuatnya. Kalau kita tidak ingin dibully karena itu pasti ga enak, ya jangan mem-bully orang meski itu kesannya bercanda. Lagian kalau mau bercanda ada banyak candaan lain kok, ga perlu menghina fisik atau merendahkan sesorang. Ga keren tahu!

Daripada membully orang mending menyemangati / memotivasi mereka. Kan keren tuh, kalau ada temenmu yang sedih kamu memberikan semangat, kalau ada temenmu yang sedang dijadikan objek bully kamu justru menegur mereka yang membully dengan sopan tentunya.

Lagian ga ada faedahnya juga kamu membully seseorang. Sekarang mungkin kamu bisa tertawa tapi ingat loh ya apa yang kamu tabur itu juga yang akan kamu tuai. Dan satu hal yang perlu kamu ingat juga kata-kata yang sudah terlanjur kita keluarkan ga akan pernah dapat ditarik lagi. Kalau hari ini kamu membully orang dan dia diam saja belum tentu hatinya terima perkataanmu. Bisa saja dia stress hingga depresi. Akibat fatalnya? Bunuh diri. Apa kamu ga sedih dan merasa bersalah nantinya kalau itu terjadi?

Nah, kalau kamu sekarang mengalami pembullyan carilah orang yang tepat untuk curhat sehingga kamu ga perlu terus-terusan bersedih karena tindakan itu. Tapi jika kamu punya teman yang mengalaminya coba diajak ngobrol serius dan santai, biarkan dia cerita tentang masalahnya dan berikan solusi dengan bijak tapi bukan menggurui ya.

So, hari gini masih membully? Udah ga jamannya kaless!
Spread the love not hate and stop bullying!


banner rumah curhat